Satresnarkoba Polres Sumba Barat Daya Edukasi Pelajar PKBM Tangan Pengharapan tentang Bahaya Penyalahgunaan NAPZA
Satresnarkoba Polres Sumba Barat Daya Edukasi Pelajar PKBM Tangan Pengharapan tentang Bahaya Penyalahgunaan NAPZA
Tambolaka – Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sumba Barat Daya melaksanakan kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada para pelajar di PKBM Tangan Pengharapan, Desa Kadi Pada, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 Wita tersebut dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Sumba Barat Daya AKP Enos B. Bili, S.H., didampingi Kanit I Satresnarkoba AIPDA Victor Gono Ate.
Penyuluhan dilaksanakan berdasarkan surat undangan Nomor 03.002/YTP-SMB/PKBM/VII/2026 sebagai bentuk kerja sama antara pihak sekolah dengan Polres Sumba Barat Daya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Dalam penyampaian materi bertema "Pencegahan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA di Lingkungan Sekolah", para siswa diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), dampak buruk penyalahgunaannya terhadap kesehatan, masa depan, serta konsekuensi hukum bagi para pelaku penyalahgunaan maupun peredarannya.
Selain itu, peserta juga diajak untuk meningkatkan kesadaran dalam memilih pergaulan yang positif, berani menolak ajakan menggunakan narkoba, serta berperan aktif menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari penyalahgunaan NAPZA.
Kasat Resnarkoba AKP Enos B. Bili, S.H. menegaskan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan langkah preventif Polres Sumba Barat Daya untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba sekaligus membangun karakter pelajar yang sehat, berprestasi, dan taat hukum.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat sambutan antusias dari para siswa maupun tenaga pendidik. Diharapkan melalui penyuluhan ini, kesadaran para pelajar terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA semakin meningkat sehingga mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas narkoba.