WAKAPOLRES SUMBA BARAT DAYA AJAK MASYARAKAT TERTIB BERLALU LINTAS DAN HINDARI AKTIVITAS TAP MINYAK

WAKAPOLRES SUMBA BARAT DAYA AJAK MASYARAKAT TERTIB BERLALU LINTAS DAN HINDARI AKTIVITAS TAP MINYAK

SUMBA BARAT DAYA – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Sumba Barat Daya, Kompol Martinus Ardjon, S.H., menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada masyarakat dalam kegiatan yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026), pukul 08.00 WITA, bertempat di Taman Doa, Gereja Katedral Roh Kudus Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Dalam penyampaiannya, Wakapolres menyoroti sejumlah persoalan Kamtibmas yang menjadi perhatian bersama, khususnya terkait ketertiban berlalu lintas, kemitraan antara Polri dan gereja, serta maraknya aktivitas penyulingan minyak ilegal atau yang dikenal masyarakat dengan istilah TAP minyak.

Terkait keselamatan berlalu lintas, Kompol Martinus Ardjon mengingatkan bahwa tingkat kerawanan pelanggaran lalu lintas di wilayah Sumba Barat Daya masih cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari masih adanya masyarakat yang tidak menggunakan helm saat berkendara serta orang tua yang memberikan izin kepada anak-anak di bawah umur untuk mengendarai sepeda motor.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak dengan tidak memberikan kendaraan bermotor kepada mereka yang belum memenuhi persyaratan untuk berkendara.

Lebih lanjut, Wakapolres menegaskan bahwa Polri dan gereja merupakan mitra yang memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, tertib, dan harmonis. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama serta dukungan antara kepolisian dan pihak gereja dalam menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada umat dan masyarakat luas.

Selain itu, Wakapolres turut menyoroti persoalan aktivitas TAP minyak yang saat ini semakin marak dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penindakan secara tegas terhadap aktivitas tersebut.

Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk menghentikan dan tidak lagi terlibat dalam kegiatan TAP minyak, sekaligus bersama-sama memutus mata rantai aktivitas ilegal tersebut demi menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman di wilayah Sumba Barat Daya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula informasi dari Pemerintah Daerah bahwa akan dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan kerja bagi masyarakat yang telah menghentikan aktivitas TAP minyak. Program ini diharapkan dapat membuka peluang pekerjaan serta memberikan alternatif mata pencaharian yang lebih baik dan sesuai dengan ketentuan hukum.

Melalui penyampaian pesan Kamtibmas ini, Polres Sumba Barat Daya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi bersama Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.