Forum Keselamatan Lalu Lintas SBD Bahas Penanganan Lakalantas dan Titik Rawan Kecelakaan
Forum Keselamatan Lalu Lintas SBD Bahas Penanganan Lakalantas dan Titik Rawan Kecelakaan
Sumba Barat Daya – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumba Barat Daya menggelar Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLL) sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Kegiatan berlangsung pada Kamis (20/8/2026), pukul 09.00 hingga 12.30 WITA, bertempat di Aula Rumah Makan Kedai Kuali Weetabula. Forum tersebut dibuka secara resmi oleh Kasat Lantas Polres Sumba Barat Daya Iptu Elias Ballo, S.H., dan dihadiri unsur lima pilar pendukung Kamseltibcarlantas.
Turut hadir perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat Daya, Dinas PUPR bidang jalan, Dinas Kesehatan, RS Redambolo, RS Karitas serta PT Jasa Raharja. Kehadiran berbagai stakeholder tersebut menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi dan kolaborasi untuk menangani berbagai persoalan lalu lintas, khususnya kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Dalam forum tersebut, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sumba Barat Daya Aipda Yusack Yohanes Ishak memaparkan data kecelakaan lalu lintas periode Januari hingga Juli 2026. Tercatat sebanyak 43 kasus kecelakaan, dengan korban meninggal dunia sebanyak 16 orang, luka berat 2 orang, luka ringan 47 orang, serta kerugian material mencapai Rp77,9 juta.
Menurut hasil pemaparan, kecelakaan lalu lintas tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain faktor manusia, kondisi kendaraan serta kondisi jalan. Oleh karena itu, forum juga menekankan pentingnya percepatan penanganan korban kecelakaan lalu lintas, khususnya melalui koordinasi yang baik antara kepolisian, fasilitas kesehatan dan instansi terkait guna menyelamatkan nyawa korban.
Pembahasan forum kemudian mengidentifikasi sejumlah persoalan yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di wilayah Sumba Barat Daya. Di antaranya kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten yang berlubang, termasuk jalur wilayah Kodi Utara dan beberapa ruas jalan di Kota Tambolaka.
Selain itu, terdapat kondisi bangunan, pertokoan dan permukiman yang terlalu dekat dengan badan jalan pada sejumlah persimpangan sehingga mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Forum juga menyoroti lampu lalu lintas di persimpangan SPBU Radamata yang tidak berfungsi serta masih terdapat ruas jalan yang belum memiliki penerangan memadai.
Permasalahan lainnya adalah keterbatasan alat uji KIR untuk pemeriksaan kendaraan angkutan barang dan penumpang, terutama dalam memastikan kelayakan kendaraan serta mengantisipasi kendaraan overload dan over dimension yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dari sisi fasilitas keselamatan jalan, forum turut membahas belum tersedianya trotoar bagi pejalan kaki di sepanjang sejumlah ruas jalan dalam kota serta keterbatasan drainase. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan air di badan jalan saat musim hujan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Dalam sesi diskusi, para peserta saling menyampaikan masukan dan mencari solusi terhadap berbagai permasalahan tersebut. Salah satu poin penting yang disepakati adalah perlunya komunikasi dan koordinasi berkelanjutan antarinstansi dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas maupun upaya pencegahan kecelakaan.
Melalui FKLL ini, Satlantas Polres Sumba Barat Daya bersama lima pilar Kamseltibcarlantas berkomitmen memperkuat sinergi, komunikasi dan kolaborasi dalam menangani persoalan lalu lintas serta meningkatkan keselamatan masyarakat pengguna jalan di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib dan lancar hingga selesai.